KIAT SUKSES PENULISAN ARTIKEL ILMIAH KEPERAWATAN BEBAS PLAGIASI
KIAT SUKSES PENULISAN ARTIKEL ILMIAH KEPERAWATAN BEBAS PLAGIASI
Juniar Nur Maula Rachmah
S.Tr Keperawatan Lawang niarrachmah6@gmail.com
Widyartono (2015) menyatakan bahwa kamus Bahasa Indonesia mengenal tiga lema terkait penjiplakan. Ketiga lema tersebut adalah plagiarisme, plagiat, dan plagiator. Plagiarisme didefinisikan sebagai “penjiplakan yang melanggar hak cipta”. Plagiat merupakan “pengambilan karangan (pendapat, dsb.) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat, dsb.) sendiri”. Plagiator adalah “orang yg mengambil karangan (pendapat, dsb,) orang lain dan disiarkan sebagai karangan (pendapat,dsb.) sendiri, penjiplak. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain tanpa meminta izin dan menyertakan sumber yang dicantumnya. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas, denda berupa uang dan bahkan hukuman penjara (Andarini, 2015). Tindakan plagiat dapat terjadi karena. … . ketidaktahuan dalam pengolahan informasi. Tindakan salin-timpa (copy-paste) kalimat dan gambar pada dasarnya bukanlah kegiatan terlarang dalam penulisan riset. Selama pendapat yang dikutip disertai sumber rujukan bukanlah menjadi masalah karena dalam penulisan ilmiah dikenal adanya teknik penulisan kutipan langsung (Widyartono, 2015).
Berikut ini ada beberapa kiat sukses menulis karya tulis atau artikel ilmiah bebas plagiasi: 1. Komitmen, penulis harus memiliki komitmen tinggi sebelum menulis sebuah karya tulis 2. Konsisten, untuk berhasil membuat sebuah karya tulis ilmiah, penulis dibutuhkan konsistensi yang terus menerus dan jangan pernah berhenti untuk menulis. 3. Kerja keras, gerbang utama berikutnya yang harus dikerjakan oleh penulis keberhasilan tanpa adanya kerja keras. 4. Kejujuran, penulis menulis karya tulis harus dilandasi dengan kejujuran. Memberikan informasi yang akurat, dan jika ada tindakan salin timpa hendaknya menyertakan sumbernya. Supaya tidak terjadi kegiatan terlarang yaitu plagiat. 5. Keaslian, karya tulis harus sesuai dengan apa yang diinformasikan dan dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.
Apabila hal tersebut di atas dapat diterapkan, maka akan muncul kesadaran akan pentingnya pertanggungjawaban dalam menulis sebuah karya tulis atau artikel ilmiah (Deepublish,
Menulis karya tulis atau artikel ilmiah juga sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dalam bidang keperawatan, tidak hanya dalam bidang lainnya saja.
Kiat sukses diatas menggambarkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun karya tulis ilmiah keperawatan. … . Artikel ini dapat membantu penulis mempersiapkan karya tulis ilmiah keperawatannya (Handayani 2007). Kualitas artikel ilmiah keperawatan dapat dinilai dan dapat dilihat dari kelengkapan unsur pembentukannya. Kelengkapan unsur artikel ilmiah dapat ditingkatkan dengan menyusun rincian artikel ilmiah tanpa kesalahan ketik. Rincian artikel tersebut yaitu judul, abstrak, pendahuluan, isi, metoda, hasil, dan penutup. Widyartono (2018) menyatakan bahwa dalam menulis karya ilmiah perlu sebuah perencanaan. Kegiatan perencanaan ini meliputi pemilihan topik tulisan, perumusan judul, penyusunan kerangka karya ilmiah.
Menulis karya tulis atau artikel ilmiah merupakan aktivitas yang tak dapat dihindari bagi para mahasiswa ilmiah khususnya di perguruan tinggi. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa wajib mengetahui dan memiliki keterampilan menulis karya tulis atau artikel ilmiah. Dengan memiliki keterampilan menulis ini akan memberi manfaat untuk kelancaran dan kesuksesaan studi dan karir mahasiswa terutama mahasiswa keperawatan.
DAFTAR RUJUKAN
Aziz, A. L., Ana, Amin. 2015. Jurnal Ilmu Perpustakaan, Upaya Perpustakaan Dalam Mengurangi Plagiarisme Pada Karya Ilmiah Mahasiswa, (https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/9733/9454), diakses Juli 2015.
Deepublish. 2015. (https://penerbitdeepublish.com/teknik-menulis-penerbit-buku-b05/), diakses 2015
Handiyani, H. 2007. Jurnal Keperawatan Indonesia, Mengenal Kesalahan Umum Dalam Penulisan Ilmiah Keperawatan, (http://www.jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/191/319), diakses 2007.
Widyartono, D. 2018. Bahasa Indonesia Riset: Panduan Menulis Karya Ilmiah Di Perguruan Tinggi (Edisi R evisi), Malang, Universitas Negeri Malang.
Widyartono, D. 2015. Plagiat, (http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/plagiat#more-747), diakses 27 November 2015.
Juniar Nur Maula Rachmah
S.Tr Keperawatan Lawang niarrachmah6@gmail.com
Widyartono (2015) menyatakan bahwa kamus Bahasa Indonesia mengenal tiga lema terkait penjiplakan. Ketiga lema tersebut adalah plagiarisme, plagiat, dan plagiator. Plagiarisme didefinisikan sebagai “penjiplakan yang melanggar hak cipta”. Plagiat merupakan “pengambilan karangan (pendapat, dsb.) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat, dsb.) sendiri”. Plagiator adalah “orang yg mengambil karangan (pendapat, dsb,) orang lain dan disiarkan sebagai karangan (pendapat,dsb.) sendiri, penjiplak. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain tanpa meminta izin dan menyertakan sumber yang dicantumnya. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas, denda berupa uang dan bahkan hukuman penjara (Andarini, 2015). Tindakan plagiat dapat terjadi karena. … . ketidaktahuan dalam pengolahan informasi. Tindakan salin-timpa (copy-paste) kalimat dan gambar pada dasarnya bukanlah kegiatan terlarang dalam penulisan riset. Selama pendapat yang dikutip disertai sumber rujukan bukanlah menjadi masalah karena dalam penulisan ilmiah dikenal adanya teknik penulisan kutipan langsung (Widyartono, 2015).
Berikut ini ada beberapa kiat sukses menulis karya tulis atau artikel ilmiah bebas plagiasi: 1. Komitmen, penulis harus memiliki komitmen tinggi sebelum menulis sebuah karya tulis 2. Konsisten, untuk berhasil membuat sebuah karya tulis ilmiah, penulis dibutuhkan konsistensi yang terus menerus dan jangan pernah berhenti untuk menulis. 3. Kerja keras, gerbang utama berikutnya yang harus dikerjakan oleh penulis keberhasilan tanpa adanya kerja keras. 4. Kejujuran, penulis menulis karya tulis harus dilandasi dengan kejujuran. Memberikan informasi yang akurat, dan jika ada tindakan salin timpa hendaknya menyertakan sumbernya. Supaya tidak terjadi kegiatan terlarang yaitu plagiat. 5. Keaslian, karya tulis harus sesuai dengan apa yang diinformasikan dan dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.
Apabila hal tersebut di atas dapat diterapkan, maka akan muncul kesadaran akan pentingnya pertanggungjawaban dalam menulis sebuah karya tulis atau artikel ilmiah (Deepublish,
Menulis karya tulis atau artikel ilmiah juga sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dalam bidang keperawatan, tidak hanya dalam bidang lainnya saja.
Kiat sukses diatas menggambarkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun karya tulis ilmiah keperawatan. … . Artikel ini dapat membantu penulis mempersiapkan karya tulis ilmiah keperawatannya (Handayani 2007). Kualitas artikel ilmiah keperawatan dapat dinilai dan dapat dilihat dari kelengkapan unsur pembentukannya. Kelengkapan unsur artikel ilmiah dapat ditingkatkan dengan menyusun rincian artikel ilmiah tanpa kesalahan ketik. Rincian artikel tersebut yaitu judul, abstrak, pendahuluan, isi, metoda, hasil, dan penutup. Widyartono (2018) menyatakan bahwa dalam menulis karya ilmiah perlu sebuah perencanaan. Kegiatan perencanaan ini meliputi pemilihan topik tulisan, perumusan judul, penyusunan kerangka karya ilmiah.
Menulis karya tulis atau artikel ilmiah merupakan aktivitas yang tak dapat dihindari bagi para mahasiswa ilmiah khususnya di perguruan tinggi. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa wajib mengetahui dan memiliki keterampilan menulis karya tulis atau artikel ilmiah. Dengan memiliki keterampilan menulis ini akan memberi manfaat untuk kelancaran dan kesuksesaan studi dan karir mahasiswa terutama mahasiswa keperawatan.
DAFTAR RUJUKAN
Aziz, A. L., Ana, Amin. 2015. Jurnal Ilmu Perpustakaan, Upaya Perpustakaan Dalam Mengurangi Plagiarisme Pada Karya Ilmiah Mahasiswa, (https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/9733/9454), diakses Juli 2015.
Deepublish. 2015. (https://penerbitdeepublish.com/teknik-menulis-penerbit-buku-b05/), diakses 2015
Handiyani, H. 2007. Jurnal Keperawatan Indonesia, Mengenal Kesalahan Umum Dalam Penulisan Ilmiah Keperawatan, (http://www.jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/191/319), diakses 2007.
Widyartono, D. 2018. Bahasa Indonesia Riset: Panduan Menulis Karya Ilmiah Di Perguruan Tinggi (Edisi R evisi), Malang, Universitas Negeri Malang.
Widyartono, D. 2015. Plagiat, (http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/plagiat#more-747), diakses 27 November 2015.
Komentar
Posting Komentar