Artikel Ilmiah KANKER PAYUDARA dan CARA PENCEGAHAN
KANKER PAYUDARA dan CARA PENCEGAHAN
Juniar Nur Maula Rachmah S.Tr Keperawatan Lawang niarrachmah6@gmail.com
Abstrak. Kanker Payudara merupakan kanker yang sering dijumpai dalam masyarakat Indonesia dan kanker payudara telah menjadi penyakit yang sangat ditakuti bahkan menakutkan dan menjadi kanker nomor satu terutama oleh kaum wanita setelah kanker rahim. Kenyataan yang terjadi, besarnya kematian akibat kanker ini karena keterlambatan memeriksakan kesehatan. Kematian akibat penyakit ini seiring berjalannya waktu tiap tahun kian bertambah. Tidak diragukan lagi dalam hitungan menit banyak wanita yang kehilangan nyawanya karena penyakit ini. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya kanker payudara yang dapat menyerang tanpa kita tahu dalam jumlah persen masih sangatlah dikit. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan berbagai penyuluhan kesehatan dikalangan masyarakat, terutama tentang kanker payudara. Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan pada payudara yang tumbuh secara tidak normal dengan munculnya berbagai macam tanda. Maka dari itu pentingnya masyarakat mengetahui bahaya dari penyakit ini dan perlu adanya tindakan untuk mencegah dengan cara melakukan SADARI dan SADANI. Kata Kunci: Kanker Payudara, Cara Pencegahan
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kanker dapat menyerang semua kalangan masyarakat tanpa mengenal status sosial, umur dan jenis kelamin. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa tak luput dari serangan penyakit berbahaya dan mematikan ini, begitu pula dengan pria dan wanita. Penyakit ini umunya menyerang para kaum wanita. Kanker payudara menjadi pembunuh wanita terbanyak di dunia. Baik pria maupun wanita dapat terkena penyakit ini. Hanya saja kemungkinan pada wanita 100 kali lipat dibandingkan pada pria. Sebagian besar penyebab kanker payudara berasal dari sel-sel duktus (86%), kemudian lobular (12%), dan sisanya berasal dari jaringan lain (Keitel dan Kopala, 2000). Data International Agency for Research on cancer (IARC) GLOBOCAN pada tahun 2012 mencatat 1,7 juta wanita terdiagnosis penyakit kanker payudara. Sedangkan data dari WHO menunjukkan prevalensi kanker payudara di seluruh dunia mencapai 6,3 juta di akhir tahun 2012 yang tersebar di 140 negara.
Kanker payudara merupakan kanker yang sering dijumpai dalam masyarakat Indonesia dan menempati tempat ke dua terbanyak setelah kanker rahim. Penyakit ini menyerang pada payudara yang membuat wanita merasa kesempurnaannya berkurang, karena payudara merupakan organ reproduksi yang sangat penting bagi wanit. Jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia meningkat per tahun dan semakin banyak wanita usia kisaran 20 tahun yang menderita kanker payudara. Kasus kanker payudara biasanya diturunkan dalam anggota keluarga, anak-anak dari ibu yang carrier akan menurunkan mutasi gen ke anak.
PEMBAHASAN
Pengertian Kanker Payudara
American Cancer Society(2014), mendefisikan kanker payudara atau Carsinoma Mammae adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada kelenjar penghasil susu (lobular), saluran kelenjar dari lobular ke puting payudara (duktus), dan jaringan penunjang payudara yang mengelilingi lobular, duktus, pembuluh darah dan pembuluh limfe, tetapi tidak termasuk kulit payudara. Menurut Mardiana(2004) “Kanker payudara adalah tumor ganas yang biasanya menyerang jaringan payudara yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara”. Menurut Robert Lee(2017) “Kanker payudara adalah tumor ganas yang muncul pada payudara. Kanker payudara ini terjadi melalui suatu proses panjang sejak mulai terjadi kerusakan satu sel yang bersifat kanker pada payudara”. Sedangkan menurut National Cancer Institute (2009) “Kanker adalah suatu istilah untuk penyakit di mana sel-sel membelah secara abnormal tanpa kontrol dan dapat menyerang jaringan di sekitarnya”. Berdasarkan keempat pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kanker payudara terjadi karena pertumbuhan sel secara abnormal yang akhirnya menyerang jaringan payudara.
Menurut Mardiana(2004) kanker payudara terjadi karena adanya kerusakan gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sehingga sel ini tumbuh dan berkembang biak tanpa dapat dikendalikan.
Perlu diketahui kanker payudara ini merupakan jenis tumor ganas yang mematikan akibat pertumbuhan sel kanker yang diluar kendali. Kanker akan muncul dan menjadi ganas akibat produksi jaringan ekstra tidak terkontrol sehingga membentuk struktur kelenjar abnormal yang beresiko merusak jaringan organ vital tubuh disekitarnya (Fitriya, 2018). Umumnya ciri-ciri seseorang menderita kanker payudara pada stadium awal dapat dilihat dari adanya benjolan pada payudara. Namun benjolan tersebut tidak semuanya merupakan kanker. Pada stadium lanjut gejala kanker dapat dilihat dari bentuk serta ukuran dari payudara akan berubah dikarenakan benjolan yang semakin membesar dan menyebar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Tidak ada satu pun penyebab yang spesifik dari kanker payudara sebaliknya serangkaian faktor genetik, hormonal, dan kemungkinan kejadian lingkungan dapat menunjang terjadinya kanker ini (Smeltzer & Bare, 2002). Terdapat beberapa faktor resiko yang dapat diidentifikasi secara dini sebagai kemungkinan terjadinya kanker payudara yaitu antara lain faktor risiko yang tidak dapat dihindari seperti usia dan riwayat genetis kemudian faktor risiko yang dapat dihindari yaitu seperti bekerja pada malam hari (Pamungkas, 2011). Selain itu masih ada faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara antara lain riwayat tumor jinak, lama berolahraga, perokok pasif, pola konsumsi lemak yang tinggi, riwayat kegemukan, lama menyusui, lama menggunakan OC, riwayat aborsi, umur menstruasi, umur monepause.
Pengobatan dan Pencegahan
Berbagai pengobatan penyembuhan kanker telah banyak dicoba oleh setiap pasien pengidap kanker payudara, seperti dengan radioterapi, kemoterapi, terapi hormon dan pengobatan hereptin. Sel kanker payudara dapat dilemahkan dengan kemoterapi. Akan tetapi hal tersebut dapat menimbulkan efek samping bagi penderita kanker seperti mual, lemah, lesu dan rambut rontok. Selama masa pengobatan dan pemulihan, adanya dukungan dari orang lain terutama keluarga serta teman dekat bagi penderita kanker payudara sangatlah penting.
Pengetahuan perempuan tentang risiko dan manfaat dari deteksi dini kanker payudara berpengaruh positif terhadap keyakinan mereka tentang kesehatan, sikap, dan perilaku, sehingga perawatan kesehatan professional dapat mengembangkan program kesehatan payudara yang efektif (Erbil, 2012). Dengan mengecek kesehatan secara berkala kita dapat mengetahui tanda-tanda kanker payudara sejak dini atau juga bisa dengan melakukan SADARI yaitu Periksa Payudara Sendiri. Tidak lupa kenali cirri-ciri payudara sebagai berikut, muncul benjolan keras atau tebal di dalam daerah payudara dan ketiak, pembengkakan, kemerahan, atau warna kulit pada payudara semakin gelap, perubahan bentuk atau ukuran pada salah satu payudara, tekstur kulit payudara berubah (muncul kerutan atau menjadi kasar seperti kulit jeruk), puting payudara bersisik dan gatal atau muncul ruam, payudara tertarik masuk, putting payudara mengeluarkan cairan bening atau darah, sakit di sebuah daerah payudara yang tidak kunjung hilang (Kezia, 2017). Pada wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, pencegahan bisa dilakukan dengan obat-obatan atau dengan operasi. Obat penghambat estrogen, seperti penghambat enzim aromatase dan selective estrogen receptor modulators, bisa digunakan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi terkena penyakit ini. Sedangkan untuk pencegahan dengan metode bedah, dokter bisa melakukan bedah pengangkatan payudara (prophylactic mastectomy) atau bedah untuk mengangkat indung telur (prophylactic oophorectomy) (AloDokter, 2018).
KESIMPULAN
Masyarakat Indonesia masih kurang peduli terhadap penyakit kanker ini, sehingga perlu ditingkatkan program edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kanker dan diharapkan masyarakat berani memeriksakan diri sejak dini dan rutin agar risiko kanker dapat terdeteksi lebih awal (Dinkesjateng, 2005). Tingkat pendidikan mempengaruhi perilaku dan menghasilkan banyak perubahan, khususnya pengetahuan di bidang kesehatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan formal semakin mudah menyerap informasi termasuk juga informasi kesehatan, semakin tinggi pula kesadaran untuk berperilaku hidup sehat (Notoadmodjo, 2003). Penyakit kanker payudara dapat dicegah dengan cara yang mudah. Menerapkan gaya hidup sehat setiap hari merupakan langkah awal dari pencegahan penyakit kanker payudara. Selain dengan gaya hidup sehat juga perlu diperhatikan faktor lingkungan kita. Dr Boyke(2017) menyatakan "kanker payudara dan kanker mulut rahim adalah dua penyakit mematikan perempuan Indonesia". Untuk itu kita harus senantiasa waspada dan menjaga kesehatan diri guna mencegah berbagai penyakit, khususnya penyakit kanker payudara.
DAFTAR RUJUKAN
Alodokter. 2018. Kanker Payudara, (https://www.alodokter.com/kanker-payudara/pencegahan), diakses 11 April 2018.
Alodokter.com. 2016. Waspadai Benjolan Pada Payudara, (http://www.alodokter.com/waspadai-benjolan-pada-payudara), diakses 20 Agustus 2017.
Boyke. 2017. Peringatan Harganas, Dr Boyke Ingatkan Pencegahan Kanker, (http://www.pontianakpost.co.id/peringatan-harganas-dr-boyke-ingatkan-pencegahan-kanker), diakses 20 Agustus 2017.
Deherba.com. 2017. Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah Kanker Payudara, (https://www.deherba.com/gejala-penyebab-dan-cara-mencegah-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
Din.Kes Kabupaten Kendal, 2003. Rekapitulasi Laporan Bulanan KIA. Din.Kes Kabupaten Kendal. Kendal.
Fitriya, Fitriya. 2018. Kanker Payudara, Ciri-Ciri Kanker Payudara, Gejala dan Penyebab Kanker Payudara, (https://www.cermati.com/artikel/kanker-payudara-ciri-ciri-kanker-payudara-gejala-dan-penyebab-kanker-payudara), diakses 4 Februari 2018.
International Agency for Research on cancer (IARC). 2012. Jumlah Pasien Terdiagnosis Kanker Payudara Terus Meningkat, (https://www.ugm.ac.id/id/berita/12473-jumlah.pasien.terdiagnosis.kanker.payudara.terus.meningkat), diakses 20 Agustus 2017.
Keitel. & Kopala. 2000. Definisi, Stadium dan Penyebab Kanker Payudara, (http://www.kajianpustaka.com/2016/10/definisi-stadium-dan-penyebab-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
Kezia. 2017. Kenali Ciri-Ciri Kanker Payudara (Dilengkapi Gambar), (http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/10/2016/10844/kenali-ciri-ciri-kanker-payudara-dilengkapi-gambar), diakses 18 Agustus 2017.
Mardiana. 2004. Definisi, Stadium dan Penyebab Kanker Payudara, (http://www.kajianpustaka.com/2016/10/definisi-stadium-dan-penyebab-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
N, Erbil.,& Bolukbas. (2012). Beliefs, attitudes, and behavior of Turkish women about breast cancer and breast self-examination according to a Turkish version of the Champion.
Notoatmodjo, S 2003. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Rineka Cipta . Jakarta
Pamungkas, Z. (2011). Deteksi Dini pada Kanker Payudara, Kenali Sebab-Sebab dan Cara Antisipasinya. Jogjakarta : Buku Biru
Riadi, Muchlisin. 2016. Definisi, Stadium dan Penyebab Kanker Payudara, (http://www.kajianpustaka.com/2016/10/definisi-stadium-dan-penyebab-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
Sabrruddin. 2014.Penyebab Kanker Payudara Menurut Para Ahli, (http://www.sehatnaturopati.com/Penyebab%20kanker%20payudara%20menurut%20dokter%20ahli.html), diakses 2014.
Semua, Sehat.com. 2015. Pengertian Kanker, (http://sehatsemua.com/pengertian-kanker/), diakses 8 Februari 2015.
Society, American Cancer. 2014. Definisi, Stadium dan Penyebab Kanker Payudara, (http://www.kajianpustaka.com/2016/10/definisi-stadium-dan-penyebab-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
Pontianakpost.co.id.2017. Peringatan Harganas, Dr Boyke Ingatkan Pencegahan Kanker, (http://www.pontianakpost.co.id/peringatan-harganas-dr-boyke-ingatkan-pencegahan-kanker), diakses 20 Agustus 2017.
Tribunnews.com. 2017. Cara Efektif Untuk Mencegah Kanker Payudara, (http://www.tribunnews.com/tribunners/2017/08/15/cara-efektif-untuk-mencegah-kanker-payudara), diakses 20 Agustus 2017.
UGM.ac.id. 2016. Jumlah Pasien Terdiagnosis Kanker Payudara Terus Meningkat, (https://www.ugm.ac.id/id/berita/12473-jumlah.pasien.terdiagnosis.kanker.payudara.terus.meningkat), diakses 20 Agustus 2017.
Juniar Nur Maula Rachmah S.Tr Keperawatan Lawang niarrachmah6@gmail.com
Abstrak. Kanker Payudara merupakan kanker yang sering dijumpai dalam masyarakat Indonesia dan kanker payudara telah menjadi penyakit yang sangat ditakuti bahkan menakutkan dan menjadi kanker nomor satu terutama oleh kaum wanita setelah kanker rahim. Kenyataan yang terjadi, besarnya kematian akibat kanker ini karena keterlambatan memeriksakan kesehatan. Kematian akibat penyakit ini seiring berjalannya waktu tiap tahun kian bertambah. Tidak diragukan lagi dalam hitungan menit banyak wanita yang kehilangan nyawanya karena penyakit ini. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya kanker payudara yang dapat menyerang tanpa kita tahu dalam jumlah persen masih sangatlah dikit. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan berbagai penyuluhan kesehatan dikalangan masyarakat, terutama tentang kanker payudara. Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan pada payudara yang tumbuh secara tidak normal dengan munculnya berbagai macam tanda. Maka dari itu pentingnya masyarakat mengetahui bahaya dari penyakit ini dan perlu adanya tindakan untuk mencegah dengan cara melakukan SADARI dan SADANI. Kata Kunci: Kanker Payudara, Cara Pencegahan
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kanker dapat menyerang semua kalangan masyarakat tanpa mengenal status sosial, umur dan jenis kelamin. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa tak luput dari serangan penyakit berbahaya dan mematikan ini, begitu pula dengan pria dan wanita. Penyakit ini umunya menyerang para kaum wanita. Kanker payudara menjadi pembunuh wanita terbanyak di dunia. Baik pria maupun wanita dapat terkena penyakit ini. Hanya saja kemungkinan pada wanita 100 kali lipat dibandingkan pada pria. Sebagian besar penyebab kanker payudara berasal dari sel-sel duktus (86%), kemudian lobular (12%), dan sisanya berasal dari jaringan lain (Keitel dan Kopala, 2000). Data International Agency for Research on cancer (IARC) GLOBOCAN pada tahun 2012 mencatat 1,7 juta wanita terdiagnosis penyakit kanker payudara. Sedangkan data dari WHO menunjukkan prevalensi kanker payudara di seluruh dunia mencapai 6,3 juta di akhir tahun 2012 yang tersebar di 140 negara.
Kanker payudara merupakan kanker yang sering dijumpai dalam masyarakat Indonesia dan menempati tempat ke dua terbanyak setelah kanker rahim. Penyakit ini menyerang pada payudara yang membuat wanita merasa kesempurnaannya berkurang, karena payudara merupakan organ reproduksi yang sangat penting bagi wanit. Jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia meningkat per tahun dan semakin banyak wanita usia kisaran 20 tahun yang menderita kanker payudara. Kasus kanker payudara biasanya diturunkan dalam anggota keluarga, anak-anak dari ibu yang carrier akan menurunkan mutasi gen ke anak.
PEMBAHASAN
Pengertian Kanker Payudara
American Cancer Society(2014), mendefisikan kanker payudara atau Carsinoma Mammae adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada kelenjar penghasil susu (lobular), saluran kelenjar dari lobular ke puting payudara (duktus), dan jaringan penunjang payudara yang mengelilingi lobular, duktus, pembuluh darah dan pembuluh limfe, tetapi tidak termasuk kulit payudara. Menurut Mardiana(2004) “Kanker payudara adalah tumor ganas yang biasanya menyerang jaringan payudara yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara”. Menurut Robert Lee(2017) “Kanker payudara adalah tumor ganas yang muncul pada payudara. Kanker payudara ini terjadi melalui suatu proses panjang sejak mulai terjadi kerusakan satu sel yang bersifat kanker pada payudara”. Sedangkan menurut National Cancer Institute (2009) “Kanker adalah suatu istilah untuk penyakit di mana sel-sel membelah secara abnormal tanpa kontrol dan dapat menyerang jaringan di sekitarnya”. Berdasarkan keempat pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kanker payudara terjadi karena pertumbuhan sel secara abnormal yang akhirnya menyerang jaringan payudara.
Menurut Mardiana(2004) kanker payudara terjadi karena adanya kerusakan gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sehingga sel ini tumbuh dan berkembang biak tanpa dapat dikendalikan.
Perlu diketahui kanker payudara ini merupakan jenis tumor ganas yang mematikan akibat pertumbuhan sel kanker yang diluar kendali. Kanker akan muncul dan menjadi ganas akibat produksi jaringan ekstra tidak terkontrol sehingga membentuk struktur kelenjar abnormal yang beresiko merusak jaringan organ vital tubuh disekitarnya (Fitriya, 2018). Umumnya ciri-ciri seseorang menderita kanker payudara pada stadium awal dapat dilihat dari adanya benjolan pada payudara. Namun benjolan tersebut tidak semuanya merupakan kanker. Pada stadium lanjut gejala kanker dapat dilihat dari bentuk serta ukuran dari payudara akan berubah dikarenakan benjolan yang semakin membesar dan menyebar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Tidak ada satu pun penyebab yang spesifik dari kanker payudara sebaliknya serangkaian faktor genetik, hormonal, dan kemungkinan kejadian lingkungan dapat menunjang terjadinya kanker ini (Smeltzer & Bare, 2002). Terdapat beberapa faktor resiko yang dapat diidentifikasi secara dini sebagai kemungkinan terjadinya kanker payudara yaitu antara lain faktor risiko yang tidak dapat dihindari seperti usia dan riwayat genetis kemudian faktor risiko yang dapat dihindari yaitu seperti bekerja pada malam hari (Pamungkas, 2011). Selain itu masih ada faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara antara lain riwayat tumor jinak, lama berolahraga, perokok pasif, pola konsumsi lemak yang tinggi, riwayat kegemukan, lama menyusui, lama menggunakan OC, riwayat aborsi, umur menstruasi, umur monepause.
Pengobatan dan Pencegahan
Berbagai pengobatan penyembuhan kanker telah banyak dicoba oleh setiap pasien pengidap kanker payudara, seperti dengan radioterapi, kemoterapi, terapi hormon dan pengobatan hereptin. Sel kanker payudara dapat dilemahkan dengan kemoterapi. Akan tetapi hal tersebut dapat menimbulkan efek samping bagi penderita kanker seperti mual, lemah, lesu dan rambut rontok. Selama masa pengobatan dan pemulihan, adanya dukungan dari orang lain terutama keluarga serta teman dekat bagi penderita kanker payudara sangatlah penting.
Pengetahuan perempuan tentang risiko dan manfaat dari deteksi dini kanker payudara berpengaruh positif terhadap keyakinan mereka tentang kesehatan, sikap, dan perilaku, sehingga perawatan kesehatan professional dapat mengembangkan program kesehatan payudara yang efektif (Erbil, 2012). Dengan mengecek kesehatan secara berkala kita dapat mengetahui tanda-tanda kanker payudara sejak dini atau juga bisa dengan melakukan SADARI yaitu Periksa Payudara Sendiri. Tidak lupa kenali cirri-ciri payudara sebagai berikut, muncul benjolan keras atau tebal di dalam daerah payudara dan ketiak, pembengkakan, kemerahan, atau warna kulit pada payudara semakin gelap, perubahan bentuk atau ukuran pada salah satu payudara, tekstur kulit payudara berubah (muncul kerutan atau menjadi kasar seperti kulit jeruk), puting payudara bersisik dan gatal atau muncul ruam, payudara tertarik masuk, putting payudara mengeluarkan cairan bening atau darah, sakit di sebuah daerah payudara yang tidak kunjung hilang (Kezia, 2017). Pada wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, pencegahan bisa dilakukan dengan obat-obatan atau dengan operasi. Obat penghambat estrogen, seperti penghambat enzim aromatase dan selective estrogen receptor modulators, bisa digunakan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi terkena penyakit ini. Sedangkan untuk pencegahan dengan metode bedah, dokter bisa melakukan bedah pengangkatan payudara (prophylactic mastectomy) atau bedah untuk mengangkat indung telur (prophylactic oophorectomy) (AloDokter, 2018).
KESIMPULAN
Masyarakat Indonesia masih kurang peduli terhadap penyakit kanker ini, sehingga perlu ditingkatkan program edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kanker dan diharapkan masyarakat berani memeriksakan diri sejak dini dan rutin agar risiko kanker dapat terdeteksi lebih awal (Dinkesjateng, 2005). Tingkat pendidikan mempengaruhi perilaku dan menghasilkan banyak perubahan, khususnya pengetahuan di bidang kesehatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan formal semakin mudah menyerap informasi termasuk juga informasi kesehatan, semakin tinggi pula kesadaran untuk berperilaku hidup sehat (Notoadmodjo, 2003). Penyakit kanker payudara dapat dicegah dengan cara yang mudah. Menerapkan gaya hidup sehat setiap hari merupakan langkah awal dari pencegahan penyakit kanker payudara. Selain dengan gaya hidup sehat juga perlu diperhatikan faktor lingkungan kita. Dr Boyke(2017) menyatakan "kanker payudara dan kanker mulut rahim adalah dua penyakit mematikan perempuan Indonesia". Untuk itu kita harus senantiasa waspada dan menjaga kesehatan diri guna mencegah berbagai penyakit, khususnya penyakit kanker payudara.
DAFTAR RUJUKAN
Alodokter. 2018. Kanker Payudara, (https://www.alodokter.com/kanker-payudara/pencegahan), diakses 11 April 2018.
Alodokter.com. 2016. Waspadai Benjolan Pada Payudara, (http://www.alodokter.com/waspadai-benjolan-pada-payudara), diakses 20 Agustus 2017.
Boyke. 2017. Peringatan Harganas, Dr Boyke Ingatkan Pencegahan Kanker, (http://www.pontianakpost.co.id/peringatan-harganas-dr-boyke-ingatkan-pencegahan-kanker), diakses 20 Agustus 2017.
Deherba.com. 2017. Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah Kanker Payudara, (https://www.deherba.com/gejala-penyebab-dan-cara-mencegah-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
Din.Kes Kabupaten Kendal, 2003. Rekapitulasi Laporan Bulanan KIA. Din.Kes Kabupaten Kendal. Kendal.
Fitriya, Fitriya. 2018. Kanker Payudara, Ciri-Ciri Kanker Payudara, Gejala dan Penyebab Kanker Payudara, (https://www.cermati.com/artikel/kanker-payudara-ciri-ciri-kanker-payudara-gejala-dan-penyebab-kanker-payudara), diakses 4 Februari 2018.
International Agency for Research on cancer (IARC). 2012. Jumlah Pasien Terdiagnosis Kanker Payudara Terus Meningkat, (https://www.ugm.ac.id/id/berita/12473-jumlah.pasien.terdiagnosis.kanker.payudara.terus.meningkat), diakses 20 Agustus 2017.
Keitel. & Kopala. 2000. Definisi, Stadium dan Penyebab Kanker Payudara, (http://www.kajianpustaka.com/2016/10/definisi-stadium-dan-penyebab-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
Kezia. 2017. Kenali Ciri-Ciri Kanker Payudara (Dilengkapi Gambar), (http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/10/2016/10844/kenali-ciri-ciri-kanker-payudara-dilengkapi-gambar), diakses 18 Agustus 2017.
Mardiana. 2004. Definisi, Stadium dan Penyebab Kanker Payudara, (http://www.kajianpustaka.com/2016/10/definisi-stadium-dan-penyebab-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
N, Erbil.,& Bolukbas. (2012). Beliefs, attitudes, and behavior of Turkish women about breast cancer and breast self-examination according to a Turkish version of the Champion.
Notoatmodjo, S 2003. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Rineka Cipta . Jakarta
Pamungkas, Z. (2011). Deteksi Dini pada Kanker Payudara, Kenali Sebab-Sebab dan Cara Antisipasinya. Jogjakarta : Buku Biru
Riadi, Muchlisin. 2016. Definisi, Stadium dan Penyebab Kanker Payudara, (http://www.kajianpustaka.com/2016/10/definisi-stadium-dan-penyebab-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
Sabrruddin. 2014.Penyebab Kanker Payudara Menurut Para Ahli, (http://www.sehatnaturopati.com/Penyebab%20kanker%20payudara%20menurut%20dokter%20ahli.html), diakses 2014.
Semua, Sehat.com. 2015. Pengertian Kanker, (http://sehatsemua.com/pengertian-kanker/), diakses 8 Februari 2015.
Society, American Cancer. 2014. Definisi, Stadium dan Penyebab Kanker Payudara, (http://www.kajianpustaka.com/2016/10/definisi-stadium-dan-penyebab-kanker-payudara.html), diakses 20 Agustus 2017.
Pontianakpost.co.id.2017. Peringatan Harganas, Dr Boyke Ingatkan Pencegahan Kanker, (http://www.pontianakpost.co.id/peringatan-harganas-dr-boyke-ingatkan-pencegahan-kanker), diakses 20 Agustus 2017.
Tribunnews.com. 2017. Cara Efektif Untuk Mencegah Kanker Payudara, (http://www.tribunnews.com/tribunners/2017/08/15/cara-efektif-untuk-mencegah-kanker-payudara), diakses 20 Agustus 2017.
UGM.ac.id. 2016. Jumlah Pasien Terdiagnosis Kanker Payudara Terus Meningkat, (https://www.ugm.ac.id/id/berita/12473-jumlah.pasien.terdiagnosis.kanker.payudara.terus.meningkat), diakses 20 Agustus 2017.
Komentar
Posting Komentar